Mereka yang tetap tinggal. Mereka yang berhasil lari. Dan mereka yang tidak pernah bisa bercerita.
● SELAMAT
Detektif polisi yang seharusnya memulai hari pertama kerjanya pada 29 September 1998. Ia tiba di kota yang sudah hancur dan berjuang melewati RCPD yang penuh zombie bersama seorang mahasiswi yang tersesat.
● SELAMAT
Datang ke Raccoon City untuk mencari kakaknya, anggota S.T.A.R.S. yang menghilang. Ia menemukan kota yang sudah menjadi neraka dan harus memimpin seorang gadis kecil, Sherry Birkin, melarikan diri dari kota.
● SELAMAT (Tidak Dikonfirmasi)
Seorang agen dengan identitas misterius yang masuk ke Raccoon City dengan misi rahasia untuk mendapatkan sampel G-Virus dari Dr. William Birkin. Statusnya setelah ledakan tetap tidak jelas selama bertahun-tahun.
● SELAMAT
Anggota S.T.A.R.S. yang menyelidiki mansion Umbrella di Arklay Mountains. Ketika kota mulai jatuh, ia menjadi salah satu garda terdepan yang berusaha menyelamatkan korban sebelum akhirnya melarikan diri.
● SELAMAT (Terinfeksi G-Virus)
Seorang gadis kecil berusia 12 tahun yang ditinggalkan sendirian di kota saat wabah meledak. Putri dari ilmuwan Umbrella terkemuka yang menjadi monster akibat ciptaannya sendiri.
✕ TEWAS — Terkena G-Virus
Ilmuwan jenius yang menciptakan G-Virus. Ketika pasukan Umbrella mencuri sampel karyanya, dalam kepanikan ia menyuntikkan G-Virus ke dirinya sendiri. Ia berubah menjadi makhluk mutan yang menghancur-lumatkan lawannya sendiri.
"Saya tiba di Raccoon City pukul delapan malam. Kota itu sudah tidak seperti yang saya bayangkan. Tidak ada lampu di jalanan. Tidak ada suara. Hanya ada... suara langkah kaki yang berat dan erangan dari kegelapan. Saya tidak pernah merasakan takut seperti itu dalam hidup saya."
"Yang paling sulit bukan monster-monsternya. Yang paling sulit adalah ketika kamu menyadari bahwa salah satu dari mereka yang berjalan ke arahmu dengan erangan itu adalah tetanggamu. Seseorang yang kemarin masih melambaikan tangan padamu di halaman."
"Kami menunggu bantuan selama dua hari penuh di rumah sakit. Radio kami masih berfungsi. Pemerintah tahu apa yang terjadi di sini — mereka hanya memilih untuk membiarkan kami mati sebelum memutuskan untuk menutup kotanya. Kami adalah masalah yang lebih mudah diselesaikan dengan cara itu."
Mereka tidak memilih untuk tinggal di kota itu.
Mereka tidak memilih untuk mati seperti itu.
Tapi pilihan orang lain memutuskan nasib mereka.
98.432 nama. Tidak satu pun dari mereka pantas dilupakan.